Alex
532 penayangan
Daftar Isi
"Berapa banyak pendapatan yang dikenakan pajak?" adalah pertanyaan paling umum bagi usaha rumah tangga dan pengusaha perorangan, terutama dalam konteks kebijakan pajak yang disesuaikan menuju transparansi dan deklarasi berdasarkan pendapatan aktual.
Pada kenyataannya, banyak kasus tidak menimbulkan kewajiban pajak, tetapi tetap memerlukan pelaporan pajak. Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang ambang batas pendapatan kena pajak dan cakupan kewajiban pajak sangat penting untuk menghindari kesalahan.
Berdasarkan peraturan tentang pengelolaan pajak dan perpajakan untuk usaha rumah tangga dan perorangan, pendapatan didefinisikan sebagai:
Seluruh hasil dari penjualan barang, penyediaan jasa, komisi, subsidi, biaya tambahan, dan pendapatan lainnya yang diterima oleh rumah tangga bisnis dan pemilik usaha perorangan, terlepas dari apakah uang tersebut telah dikumpulkan atau belum.
Pendapatan yang digunakan untuk menentukan kewajiban pajak:
Pada tanggal 10 Desember 2025, Majelis Nasional mengesahkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi yang telah diamandemen.
Sesuai dengan hukum yang telah disahkan:
Jadi:
Rumah tangga dan usaha perorangan dengan pendapatan tahunan tidak melebihi 500 juta VND:
Pelaporan dan pembayaran pajak dilakukan sebagai berikut:
Ketika pendapatan melebihi 500 juta VND per tahun, kewajiban pajak mulai muncul.
Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi (yang telah diubah):
(Berlaku untuk semua kelompok usaha rumah tangga)
| PPN = Pendapatan x Tarif Pajak |
Tabel tarif pajak:
| Distribusi dan pasokan barang | 1% |
| Layanan dan konstruksi tanpa pengadaan material. | 5% |
| Produksi, transportasi, layanan terkait barang, konstruksi termasuk pengadaan material. | 3% |
| Aktivitas bisnis lainnya | 2% |
Metode untuk menghitung pajak penghasilan pribadi atas penghasilan
(Berlaku untuk usaha rumah tangga dengan pendapatan tahunan melebihi 500 juta VND/tahun)
| Pajak Penghasilan Pribadi = (Pendapatan - Pengeluaran) x Tarif Pajak |
Tabel tarif pajak (berdasarkan pendapatan):
| 500 juta - 3 miliar VND | 15% |
| 3 miliar - 50 miliar VND | 17% |
| Lebih dari 50 miliar VND | 20% |
Catatan:
Metode penghitungan pajak penghasilan pribadi berdasarkan pendapatan
(Berlaku untuk usaha rumah tangga dengan pendapatan tahunan antara VND 500 juta hingga VND 3 miliar/tahun)
| Pajak Penghasilan Pribadi = Pendapatan (Pendapatan berlebih di atas ambang batas bebas pajak - 500 juta VND) x Tarif Pajak |
Tabel Tarif Pajak
| Distribusi, pasokan barang | 0,5% |
| Layanan dan konstruksi tanpa pengadaan material. | 2% |
| Aktivitas penyewaan properti | 5% |
| Produksi, transportasi, layanan terkait barang, dan konstruksi dengan kontrak pengadaan material. | 1,5% |
| Kegiatan meliputi penyediaan produk dan layanan informasi digital yang berkaitan dengan hiburan, permainan video, film digital, foto digital, dan lain sebagainya. | 5% |
| Aktivitas bisnis lainnya | 1% |
Pendapatan ditentukan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:
Jika suatu bisnis tidak beroperasi selama 12 bulan penuh, pendapatan dihitung berdasarkan pendapatan aktual yang dihasilkan selama tahun tersebut, tanpa mengonversinya ke periode 12 bulan penuh.
Sekalipun pendapatan tidak melebihi 500 juta VND/tahun, pemilik usaha mungkin masih harus:
Oleh karena itu, tidak perlu membayar pajak ≠ tidak perlu mengajukan SPT pajak.
Hal ini dapat diringkas sebagai berikut:
Memahami situasi dengan benar sejak awal adalah satu-satunya cara untuk menghindari risiko hukum dalam penjualan jangka panjang.
![[TERBARU] Keputusan 320/2025/ND-CP tentang pedoman pelaksanaan Undang-Undang Pajak Penghasilan Badan 2025](https://assets.gtgcrm.com/gtgcrm-home-page/huong-dan-thi-hanh-luat-thue-thu-nhap-doanh-nghiep/huong-dan-thi-hanh-luạt-thue-doanh-nghiep.png)





